Jumat, 19 Februari 2010

Cinta Seorang Ibu Kepada Anaknya yang Pendosa

Alkisah disebuah desa, tinggallah seorang ibu tua dan anak laki-lakinya. Suaminya telah lama meninggal dunia. Sang ibu sering sedih melihat tingkah laku anak laki-lakinya yang suka mencuri,berjudi, mabuk-mabukan dan banyak lagi perbuatan buruk lainnya. Ibu itu sering menangis dalam doanya pada Allah untuk anaknya itu " Duhai Tuhanku sadarkanlah anak yang kusayangi,supaya tidak berbuat dosa lagi.Aku sudah tua dan ingin menyaksikan ia bertobat sebelum aku mati."

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena perbuatan jahatnya. Suatu hari ia kembali mencuri dirumah penduduk desa namun malang ia tertangkap dan diserahkan kepada raja. Setelah diadili dan karena sudah banyak melakukan kejahatan dia dijatuhi hukuman pancung.Pengumuman pun diumumkan keseluruh desa bahwa hukuman akan dilaksanakan keesokan harinya dihadapan masyarakat desa tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul delapan pagi. Berita itu sampai ketelinga si ibu, Dia menangis dan meratapi nasip anak yang dicintainya itu dan berdoa berlutut Pada Tuhan,

" Tuhan ampuni anak hamba, biar hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosanya."

Dengan tertatih-tatih ia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat anaknya harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur siibu kembali kerumahnya. Dalam sujudnya ia selalu berdoa supaya anaknya diampuni dan akhirnya ia tertidur karena kelelahan.

Kesokan harinya ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo telah siap dengan senjatanya dan anak itu pasrah dengan nasibnya. Terbayang dimatanya wajah ibunya yang sudah tua dan tanpa terasa ia menangis menyesali semua dosa dan perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah l3wat satu jam dan suasana mulai berisik. Akhirnya petugas yang membunyikan lonceng datang, ia mengaku heran sudah sejak tadi ia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.

Saat mereka sedang bingung dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat dimana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar -debar, seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik keatas menyelidiki sumber darah.

Tahukah anda apa yang terjadi??? Ternyata didalam lonceng itu ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancurberlumuran darah. Dia memeluk bandul lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi dan sebagai gantinya kepalanya yang membentup dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu meneteteskan air mata. Sementara sianak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang telah diturunkan,menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat keatas dan mengikat dirinya ke lonceng. Memeluk besi dalam lonceng itu untuk menghindari hukuman pancung terhadap anaknya.

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu kepada anaknya. Betapapun jahatnya seorang anak ibu kan tetap mengasihi sepanjang hidupnya. Untuk itu marilah kita mengasihi orang tua kita masing-masing karena mereka adalah sumber kasih Tuhan didunia ini.

3 komentar:

  1. terimakasih atas artikelnya nya kasih seorang ibu kepada anaknya. Betapapun jahatnya seorang anak ibu kan tetap mengasihi sepanjang hidupnya.
    memang kita harus membahagiakan ibu kita
    selagi dia masih hidup

    BalasHapus
  2. Subhanlaah... luar biasa,... sungguh termenung dan m,enyayat hati ini, dosa....memang berdosa saya telah lakuakan kekecewaan terhadap orangtua saya sendiri yang membesarkan, mendidk, membiayai dan me...... yang lainnya. Smoga Allah mengampuni dosa saya dan merahmati orangtua saya....

    BalasHapus
  3. smga banyak hikmah izin utk di share

    BalasHapus

listen qur'an

Listen to Quran