Sabtu, 14 November 2009

BELAJAR MENANGIS


Belajar menangis yang dimaksud bukanlah menangis dalam skenario drama atau film yang dibuat sebagai bumbu pelengkap, penyempurna adegan agar terlihat dramatis dan bersifat metaforis. Menangis disini bukan pula menangis di atas panggung dan tertawa di belakangnya.

Bila orang menangis karena dapat musibah itu biasa aja. Jika sekali waktu kita menangis karena merasakan sakit ini jg sering terjadi. Tangis menangis karena sebab seperti itu biasa dan wajar karena timbul dari rasa ibahati, rasa sedih diri atau karena meraakan sakit.

Tetapi belajarlah menangisi diri dihadapan Allah.

Merenung sejenak senbari menyesali berbagai kekeliruan kita selama ini, kemudian belajarlah mulai menangis. Air mata menetes di keheningan malam, disuasana lantunan doa dan istigfar berangkat dari rasa kekhawatiran yang dalam, pertanda kita masih mempunyai hati nurani.

Seharusnya kita berduka cita kalau Allah tidak berkenan dengan prilaku kita selama ini. Sepatutnya kita khawatir kalu-kalau amal ibadah kita tidak diterima Allah dan kita harus merasa takut kalau-kalau dosa-dosa kita tidak diampuni-Nya.

Belajar menangis seperti itulah yang harus kita tradisikan,tentu bukan menangisnya yang kita jadikan objek persoalan. Tetapi penyesalan terhadap ibadah yang selama ini kita lalaikan.

Alangkah kagumnya kita pada orang-orang shaleh terdahulu, mereka tidak hanya mengerti tetapi juga meresapi dan mengamalkan seluruh ajaran islam. Sehingga wajarlah kalau dibacakan ayat-ayat Allah bergetar hati mereka.

Lalu bagaimana dengan hati kita ? Sudahkah hati kita bergetar saat ayat-ayat Al-Quran dilantunkan???
Alangkah indahnya kalau kita termasuk orang-orang yang disebutkan dalam Al-Qur'an : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu apa bila disebut nama Allah bergetar hati mereka, dan apa bila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawaqal.(QS Al-Anfal: 2). " Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'," ( QS. Al-Isra : 109)

Hati yang mati karena pengaruh gemerlapnya duniawi selamanya akan menghapus perasaan khusyu'.Bila sudah sedemikian jauh alangkah celakanya kita. Karena dalam kehidupan hari ini kita tidak menangis, maka kita akan menangis di kehidupan lain (akhirat) sebagaimana Rasulullah saw katakan : "Setiap mata akan menangis dihari kiamat kecuali mata yang telah menangis karena takut pada Allah dan mata yang berjaga dijalan Allah.(HR Tarmidzi).Karenanya marilah kita belajar menangis sebelum ditangisi atau menangisi diri sendiri.

Ikhwan Fauzi

Jumat, 06 November 2009

KEBENARAN SEJATI

Ketika Salman Al-Farisi mencari kebenaran sejati, ia harus menembus kabut gelap dan tandusnya tanah persia. Meninggalkan keluarga dan kaumnya yang menyembah api, hidup terlunta-lunta, bahkan menjadi budak. Toh ia tetap gigih pada pendiriannya. Sampai cahaya kebenaran itu ia dapatkan di tempat yang lama ia impikan, Madinah. Disinilah ia berjumpa dengan manusia agung nan mulia,Rasulullah saw yang memperkenalkannya pada Al-Haq, Allah Rabbul Izzati.

Islam mengubah hidup Salman. Dari seorang budak menjadi manusia merdeka. Rasulullahpun menghargai pendapatnya dalam Perang Khandaq. Bahkan Beliau menganggap Salman bagian dari keluarganya.

Berabad-abad setelah itu seorang ahli kelautan asal Prancis mendapatkan kebenaran sejati dengan cara yang menakjubkan sekaligus mengharukan. Bertahun-tahun berkecimpung dan mengembara dilaut lepas, Jaques Costeau -nama ilmuwan itu- menemukan fenomena yang mengetarkan jiwa dan sel-sel keingintahuannya yang amat besar.

Saat berada di "perbatasan" Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik, Jaques Costeau melihat ada semacam tirai yang membatasi arus pertemuan kedua samudera itu. Ini sungguh diluar dugaannya. Rasa takjub itu itu ia sampaikan kepada sahabatnya Maurice Bucaille. Pengarang buku Quran, Bibel dan sains modern ini kemudian menuntunnya pada firman Allah : " Dia membiarkan dua lautan mengalir yang kemudian keduanya bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing". (QS Ar-Rahman: 19-20)

Kenyataan itu sungguh membuat Jaques Costeau terpana. Sebagai orang pertama yang menemukan fenomena itu, ia yakin bahwa Rasulullah saw telah menyampaikan wahyu dari Yang Maha Suci. Sungguh tidak mungkin Rasulullah berdusta dan sungguh kelirulah orang-orang yang mendustakannya. Kebenaran sejati telah ia temukan. Tak perlu waktu lama ia kemudian memeluk Islam. Seperti Firman Allah: " Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu maka jangan sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu-ragu." (QS. Al-Baqarah:147)

Islam adalah cahaya yang menerangi. Cahayanya menghidupkan hati-hati yang mati agar mampu memahami hakikat kehidupan ini. Bersyukurlah kita sebagai muslim karena kita memiliki potensi untuk menata hidup dan kehidupan selaras dengan kehendak Illahi. Sayang masih banyak orang yang bersikap apriori terhadap islam dengan berbagai alasan. Bahkan mereka berusaha menghalangi manusia dari jalan Allah. Caranya adalah dengan mengaburkan hakikat kebenaran sejati yang melekat dalam ajaran Islam maupun dalam kehidupan. Kalau perlu mereka mempertentangkan kekeliruan agar manusia tak tahu lagi kebenaran yang akan diyakininya.

Maha Besar Allah, sesungguhnya segala sesuatu dialam semesta ini hanya tunduk kepada-Nya, dengan suka rela atau terpaksa. Apakah orang-orang yang mengingkari keberadaan Allah SWT dan Muhammad sebagai rasul-Nya mampu menahan laju usia mereka sendiri? Sungguh, hanya kepada-Nya kita semua akan kembali.

Sumber : Imam Nurmawan( majalah Sabilli 25 thn 2001)

Selasa, 27 Oktober 2009

KETAATAN SEORANG ISTRI

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatu

Istri sholeha dan patuh pada suami adalah impian setiap laki-laki. Didalam kehidupan berkeluarga kadang laki-laki tidak merasa begitu berat beban seorang istri, begitu juga buat istri tidak tahu peranannya sebagai istri.

Mudah-mudahan kisah berikut ini bisa menjadi ' iktibar bagi kita buat suami begitu juga buat istri.....

Dalam sebuah riwayat menceritakan, dikala Nabi Muhammad saw melakukan Isra' mi'raj disaat Beliau singgah di syurga, Rasulullah melihat seorang wanita yang masuk syurga dan berada di sebuah bangunan yang sangat indah. Lalu Beliau bertanya pada Malaikat Jibril " Wahai Jibril siapakah wanita yang berada dalam bangunan itu?" Jibril menjawab:" Duhai Rasulullah wanita itu adalah salah satu umat tuan yang tinggal dekat kediaman tuan di Medinah. wanita itu bernama Siti Khamsyah ( maaf nama disamarkan).


Sepulang dari Isra' Mi'raj Rasulullah bertanya kepada 'Aisyah, "Wahai 'Aisyah tahukan kamu dengan perempuan yang bernama Siti Khamsyah?" Tahu ya Rasulullah, dia tinggal tidak jauh dari rumah kita",jawab 'Aisyah. Kalo begitu coba engkau selidiki apa yang dilakukannya sehari-hari sehingga dia bisa masuk surga dan berada dalam bangunan yang indah di dalamnya.

Berangkatlah 'Aisyah kerumah wanita yang disebutkan Rasulullah. Setiba dirumah wanita itu dan mengucapkan salam keluarlah penghuni rumah." Wahai Ummu Mukminin gerangan apakah yang membuat anda datang kerumah saya?" Aisyah menjawab,"Aku disuruh Rasulullah untuk bersilaturrahmi kepada anda". Setelah dipersilahkan masuk heranlah Siti 'Aisyah dengan pemandangan yang ia lihat.

Didalam rumah telah tersedia seember air dingin,seember air panas, handuk, makanan yang masih panas serta sepotong pemukul dari rotan. Kemudian 'Aisyah bertanya pada wanita itu untuk apa alat-alat yang ia lihat dirumah itu.

Siti khamsyah menjelaskan pada 'Aisyah," Wahai istri nabi sebentar lagi suami aku pulang setelah dia sampai dalam rumah aku buka alas kakinya dan aku basuh kakinya dengan air dingin itu. Setelah istirahat sebentar aku siapkan air panas untuk mandinya dan aku gosok tubuhnya hingga bersih dan aku lap dengan handuk ini. Setelah berpakaian aku siapkan makanan untuk makannya. Aku temani dia sampai dia selesai makan.Setelah selesai makan aku serahkan rotan ini kepada suamiku dan berkata pada dia," Duhai suamiku adakah pelayanan dan masakanku yang kurang berkenan dihatimu, kalau ada ini rotan silahkan engkau pukul aku sesukamu.Dan sang suamipun menjawab," Subhanallah engkau memang istri yang sholeha wahai istriku, tidak ada tergores dalam hatiku sedikitpun rasa kurang berkenan atas pelayananmu.

Setelah mendengar penjelasan dari wanita itu Siti 'Aisyah menceritakan semuanya kepada Rasulullah penjelasan dan kejadian dirumah itu.Siti 'Aisyah bertanya pada rasulullah, Siapakah gerangan wanita itu ya Rasulullah?" Jawab Nabi saw," Tahukah engkau 'Aisyah wanita itu yang aku lihat di surga waktu aku Isra' Mi'raj.

Subhanallah kalau setiap istri tahu peranannya didalam keluarga mungkin banyak yang mengikuti jejak Siti Khamsyah itu. Taat pada Allah dan taat pada suami. Buat suami harus sadar juga peranan mereka sebagai kepala rumah tangga jangan bisa hanya menuntut tanpa bisa mengeti beban yang dihadapi seorang istri dirumah.

Semoga ibadah yang dilakukan Ibu dan istri-istri yang soleha diterima Allah dan dibalas dengan pahala yang sebesar-besarnya. Dan ditempatkan di syurga bersama-sama Wanita diatas tadi. Amin..Amin...

Senin, 19 Oktober 2009

PERTANYAAN TENTANG CINTA

"Apakah cinta itu halal atau haram????
Agama mengatakan bahwa cinta itu haram karena bisa menyiksa jiwa. Padahal orang yang mau membaca kata-kata pujangga akan merasakan indahnya hidup di ' syurga'. Dia akan merasa cinta adalah perasaan bahagia yang tidak mungkin diunkapkan dengan kata-kata. Dia juga merasa bahwa cinta adalah perasaan yang datangnya tidak bisa diduga-duga.

Perlu kita menjelaskan apa yang dimaksutkan dengan cinta. Apakah yang anda maksutkan adalah hubungan sesaat yang terjalin diantara dua remaja yang saling mengumbar kata-kata cinta dan pandangan mata di jalan-jalan dengan cara mencuri-curi ? juga perilaku- perilaku kurang pantas lainnya, baik berupa ucapan atau perbuatan?

Jika yang anda maksutka dengan cinta adalah sepeti itu , maka jelas itru ' haram'. Itu juga tidak cinta yang dimaksutkan para penyair. Cinta sejati adalah cinta yang lahir dari perasaan saling menghormati, saling menghargai, saling mengerti dan menerima kekurangan yang dimiliki pasangannya. Kemudiaan dia menerima apa adanya atas dasar keyakinan bahwa tidak ada orang yang sempurna. Juga selama kekurangannya itu tidak menyangkut hal-hal yang prinsipil, seperti agama, keberhasilan dalam hidup, dan kepribadiaan yang lurus.

Tidak benar bahwa cinta adalah perasaan yang lahir secara tiba-tiba dan tanpa bisa diduga. Hal itu hanya bisa di terapkan pada perasaan kagum atau perasaan tertarik dengan lawan jenis. Kedua perasaan itulah yang biasanya lahir secara spontanitas. Sementara dalam cinta kita bisa menentukan kriteria yang kita inginkan dari pendamping hidup kita, serta tidak menutup mata dari kriteria yang tidak kita kehendaki. Kita hendaknya tidak berharap akan mampu mengubah sesuatu yang tidak kita senangi. Karena secara phisikologis, tak seorangpun mampu mengubah orang lain selama orang itu tidak memiliki keinginan untuk berubah.

Cinta termasuk bagian yang paling fital dalam kehidupan seseorang. Hanya saja, bukan merupakan tindakan yang bijak jika kita hanya memikirkan cinta saja. Karena hidup ini lebih indah dari sekadar memikirkan soal cinta. Apa yang selama ini ditulis oleh pujangga hanyalah salah satu usaha untuk memuaskan jiwa dan usaha untuk menikmati fantasi yang dimilikinya, sementara dia tetap menjalani kenyataan ini dengan berbagai warna yang ada. Mereka juga berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kesuksesan hidup, serta tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menariknya mundur. Inilah yang harus kita lakukan.

Sementara itu, agama tidak mengharamkan cinta yang lahir diantara para remaja, selama tidak melanggar ajaran agama, dan selama tujuan utamanya adalah menikah dan bukan mencari-cari kesempatan untuk berdua-duan ditempat sepi. Ditambah lagi banyak sekali cinta yang tumbuh subur dalam pernikahan tradisional. Yang mana dalam pernikahan model ini perkenalan antara kedua belah pihak berlansung dalam lingkungan yang penuh dengan kesucian, kemudiaan terjadilah pernikahan. Dan secara berlahan-lahan cintapun tumbuh dihati keduanya. Sebuah cinta tidak harus tumbuh jauh dari pengawasan keluarga. Fakta yang ada justru mengatakan sebaliknya. Karena keberadaan keluarga akan sangat membantu tercitanya lingkungan yang cocok bagi tumbuhnya sebuah cinta.

Disisi lain pacaran hanya akan mendatangkan kesedihan dan penderitaan bagi seorang gadis. Pacaran hanya akan membuatnya merasa tidak percaya diri dan tidak percaya pada para lelaki. Lebih-lebih, pacaran akan menodai harga diri seorang gadis. Gadis yang cerdas adalah gadis yang mampu menempatkan nyanyian dan puisi-puisi secara proporsional,dan tidak menjadikannya sebagai pedoman hidup. Karena jika itu terjadi maka dia akan banyak menderita kerugian. Dia akan menyangka bahwa dirinya telah berjalan untuk meraih kebahagian, sementara pada kenyataannya dia sedang berjalan di jalan yang penuh duri dan penyesalan yang tidak bisa dihindari lagi.


Sumber : La Tahzan for LOVE karya Najla Mahfuzh ( penerbit akar media )

Senin, 05 Oktober 2009

MENGAMBIL HIKMAH DARI BENCANA

Innalillahi wainnailahi rajiun......
segala sesuatu kepunyaan Allah dan kepada-Nya semua kembali.

Hari rabu 30 september 2009 merupakan hari yang tidak terlupakan bagi warga Sumatera Barat. Gempa dengan kekuatan 7,6 sr telah meluluh lantakkan kota Padang dan Pariaman. Siapa menyangka bencana akan datang begitu cepat. Ribuan korban berjatuhan,rumah yang hancur akibat kerasnya goyangan gempa. Pekik dan jerit terdengar disana sini, sungguh tak terbayangkan.......

Sebenarnya kalau kita menggali dari Al-Qur'an penyebabnya sudah ada didalamnya.Diantaranya dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan" Telah terjadi kerusakan dimungka bumi oleh perbuatan tangan manusia". Jadi kalau melihat dari ayat diatas kita mendapat pelajaran bahwa gempa dan bencana yang terjadi akibat perbuatan manusia itu sendiri.

Berapa banyak perbuatan manusia yang memicu diturunkannya azab disuatu negri. Manusia itu telah berbuat sekehendaknya, perjudian,pergaulan kaum mudanya bahkan di bulan Ramadhan mereka dengan bangganya tidak melakukan ibadah. Dikalangan kaum mudanya lihatlah cara berpakaian,pergaulan dan kehidupannya sudah jauh dari norma agama. Mereka bangga mempertontonkan autratnya, bahkan ada yang mengenakan jilbab tapi pakaiannya sangat ketat, seakan jilbab hanya trend mode buat mereka.

Untuk itu mari kita perbaiki diri, menarik pelajaran dari musibah yang melanda. Karena dalam Al-Quran sudah ada peringatan- peringatan tentang itu.

Buat saudara-saudara yang terkena musibah tetaplah sabar menerima cobaan ini. Karena Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan kita.

Mari kita kita tundukan kepala kita angkat tangan berdo'a pada Allah... " Allahumma ya Rabb Engkaulah pemilik kehidupan ini, musibah ini begitu berat bagi saudara-saudara kami.... Duhai Rabb engkau terimalah saudara-saudara kami yang meninggal disisimu,tempatkanlah mereka ditempat yang semulia-mulianya, masukanlah mereka kedalam golongan hambamu yang sahid. Dan buat mereka yang hidup Engkau berikanlah ketabahan pada mereka, Engkau berikanlah kesembuhan duhai Yang Maha Menyembuhkan. Dan dengan musibah ini jadikanlah kami hamba yang mendekatkan diri pada-Mu".




Minggu, 27 September 2009

MEMILIH SUAMI YANG SETARA

Rasulullah bersabda:"Jika ada seseorang yang datang kepadamu,sedangkan kamu ridho akan agama yang dipeluknya, maka nikahkanlah dia. Jangan sampai kamu semua melakukan tindakan yang dapat menimbulkan fitnahdi bumi dan membuat kerusakan yang meluas."

Ajaran agama yang hanif serta penuh toleransi, walaupun memperbolehkan seorang perempuan merdeka yang telah dewasa untuk menikah berdasarkan kemauannya sendiri dan bagi yang belum dewasa berdasarkan pilihan orang tuanya atau pilihan walinya. Orang tua yang memilih jodoh untuk anaknya harus bisa memberikan kenyamanan dan kebahagian bagi si anak. Mereka juga harus bisa mencari dan meneliti sesuai keperluaannya saja,tentang tata krama calon suami, sifat-sifatnya keadaannya diantara teman-temannya dan orang yang mengenal dirinya.

Para perempuan yang mengenal calon suami juga harus memberikan keterangan tentang fakta-fakta yang mereka ketauhi. Ketika akad nikah hendak dilansungkan, calon istri boleh meminta ijin kepada kedua saksi yang adil agar mempersilahkan seorang laki-laki yang menjadi wakilnya untuk melihat calon suaminya setelah kedua saksi itu menentukan calon suami, nilai mahar yang akan diberikan pada calon istri. Jika pihak perempuan tadi menyetujui maka hal itu menjadi pertanda akan kerelaan dirinya menjadi calon istri bagi suaminya tadi.Dalam keadaan yang demikian, Bagi sianak perempuan tadi mempunyai hak untuk menerima atau menolak pinangan si laki-laki.

Seorang pemudi tidak boleh tersenyum kagum pada laki-laki yang hendak melamarnya atas kekayaan yang melimpah ,kegantengan , pakaian yang bagus. Begitu juga buat yang laki-laki jangan terperdaya oleh ucapan-ucapan perempuan yang akan dilamarnya, bahkan si laki-laki tadi harus menjaga konsistennya dan kebaikan sifat-sifatnya. Bahwasanya mencari tahu tentang keluarga laki-laki yang akan melamar dan etika keluarganya adalah tindakan awal yang wajib. Dan juga melakuakan penyelidikan yang mendalam terhadap keluarga calon suami,karena hal ini bisa menjadi aib besar di kemudian hari dalam masalah pernikahan.

Lelaki yang gagah, mempunyai banyak tanah dan uang yang melimpah-ruah serta memiliki hrta bergerak yang tak terhitung bukanlah pilihan yang baik, akan tetapi seorang lelaki yang mempunyai tata krama, cerdas serta mempunyai nasap ( keturunan ) keluarga yang baik, mempunyai kepribadian yang bersih,memiliki akhlak yang mulia dan mempunyai jiwa yang baik adalah lelaki yang tepat untuk dipilih. Betapa mulianya seorang bijak ketika dimintai nasehat seorang laki-laki perihal pernikahan anak perempuan, " Nikahkanlah buah hatimu dengan laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, karena jika laki-laki tersebut mencintai anak perempuanmu maka ia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukai maka ia tidak akan berbuat aniaya kepada anak perempuanmu."

Ketauhilah bahwa kemulian ilmu adalah diatas kemuliaan nasap keluarga> Seorang laki-laki Badui yang miskin namun pandai setara dengan perempuan Arab (walaupun perempuan itu beraal dari suku Quraisy). Seorang laki-laki miskin namun pandai setara dengan seorang perempuan kaya namun kurang pandai( ahkam sya'iyyah hlm. 65)

Banyak sedikitnya harta bukanlah cerminan bahagianya suatu pernikahan. Barang siapa yang telah sanggup memberikan mahar dan memberikan nafkah satu bulan walaupun belum mempunyai pekerjaan sudah cukup untuk melangsungkan pernikahan.

Berapa banyak laki-laki yang telah menelantarkan istri-istrinya akibat dari akhlak yang tercela dan tidak memiliki rasa Istiqamah. Dan berapa banyak istri yang hidup dalam kemiskinan yang tidak mampu menolak kehendak suaminya namun memilih lari kerumah orang tuanya dan mereka tidak bisa menyalahkan pernikahan yang telah berlansung dan tidak bisa pula menolak menjadi istri. Dan Allah telah menjadikan seorang yang bisa dipercayai. Untuk itu berfikirlah sebaik mungkin sebelum melansungkan pernikahan, sayangilah diri, dan lihatlah sebaik mungkin laki-laki yang akan menjadi tumpuan hidup.

Dalam sebuah cerita diceritakan: Al- Ashmu'i pernah berkata : Suatu waktu aku pernah singgah disuatu desa dari beberapa desa di arab, kemudian aku melihat seorang perempuan yang begitu cantik. Aku kemudian berhenti dan mengucapkan tasbih kepada Allah atas kesempurnaannya.Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang miskin, yang pakaian dan tubuhnya tidak layak masuk kerumah perempuan tadi dan dihormati dengan penghormatan yang baik serta sambil berdiri melayani laki-laki tadi dengan segenap penghormatan dan perempuan cantik tadi dengan tenang menatap wajah laki-laki tersebut.

Akupun memandang mereka berdua cukup lama,hingga akirnya perempuan tadi menghampiriku dan bertanya padaku,"Apa yang membuatmu kagum melihatku, wahai orang tua?" Akupun menjawab," Aku telah mengelilingi beberapa daerah dan mengetauhi seluk beluknya maka aku tidak melihat suatu yang lebih mengherankan dari pada kalian berdua". Perempuan tadi bertanya lagi," Bagaimana bisa?" Akupun menjawab,"Sungguh aku telah melihatmu dikaruniai kecantikan, maka apa yang telah membuatmu begitu terlihat membutuhkan kepada laki-laki ini yang tidak sebanding denganmu dan ia juga tidak termasuk tokoh terkemuka di antara-mu?"
Perempuan itu balik menjawab,"Akan kujelaskan kepadamu tentang dirikuperihal laki-laki ini. Aku tidaklah perempuan yang mencintai dunia dan isinya kecuali dia, karena dia telah memberikan kebutuhanku dan segala sesuatu yang aku butuhkan berupa pakaian dan makanan.Ia tidak memberikan beban kepadaku sesuatu yang berat dan tidak pula memikulkan kepadaku suatu pekerjaan yang aku tidak kuat. Apakah aku tidak berterima kasih padanya dan bersikap sopan padanya atas pemberiaanya yang baik dan atas kebaikannya yang begitu banyak?"Kamu boleh menganggap diriku sebagaimana engkau sebutkan, mempunyai wajah cantik dan sopan. Allah telah memberikan riski berupa kecantikan kepadaku,kemudian aku memuji kepada-Nya dan bersabar. Kamu juga boleh menganggap kepada laki-laki itusebagaiman yang telah engkau ucapkan,berada dalam kondisi wajah yang tidak pantas dan dan tidak bisa mengikuti mode. Namun Allah telah memberikan riski kepadaku, lantas aku bersyukur kepada Allahdan memuji kepada-Nya. Padahal orang yang pandai bersyukur, suka memuji dan poentabar sebagaimana yang pernah engkau dengar, akan berada di surga."Kemudian bertambahlah rasa kagumku kepadanya atas jawaban yang dia berikan. Aku sendiri tidak tau atas dua perkara yang manakah yang lebih menarik dan lebih mentilaukan serta lebih baik dari yang diucapkan si permpuan??? atau justru datangnya dari keelokan wajah? Hanya kepada Allah jualah. Jadi dalam memilih jodoh kita harus bisa mengahadirkan pasangan yang bisa menjadi penyebab kebahagian bisa juga penyebab kesengsaraan. ( Dari majalah Anisal_jalis)

sadur bebas dari buku Be Your self karya Ali fikri penerbitDIVA Pres Jogjakarta.

Senin, 21 September 2009

7 AMALAN UNTUK MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH

Ada tujuh perkara yang harus di ingat dan diamalkan dalam usaha mendektkan diri kepada Allah :

1.Orang yang banyak bicara tanpa mangfaat, jangan terlalu berharap bisa memperoleh hati yang terjaga dan jiwa yang bersih.Biasanya orang yang banyak bicara adalah orang yang sedikit akalnya.
2. Orang yang banyak makan, jangan banyak berharapakan memperoleh ilmu dan hikmah. Perut yang kekenyangan akan menyebabkan kemalasan dan pikiran menjadi tumpul.
3. Orang yang banyak menghabiskan waktunya untuk duduk dengan manusia lain, jangan banyak berharapakan memperoleh manisnya beribadah kepada Allah. Dia hanya bisa mengunjing dan menceritakan kejelekan orang lain, sedangkan kejelekannya dia tutup-tutupi.
4. Orang yang terlalu cinta kepada dunia, jangan banyak berharap akan bisa memperoleh kematian yang tenang pada akhir ayatnya.Karena dia lebih memeikirkan dunianya daripada akhiratnya
5. Orang yang jahil dalam ilmu pengetahuan, jangan banyak berharap akan memperoleh hati yang senang tiasa terjaga. Ia berbuat sesuatu didasarkan kebodohan dan hawa nafu belaka.
6. Orang yang memiliki persahabatan dengan orang dhalim, jangan banyak berharap bisa memperoleh istiqamah dan keteguhan hati serta kemantapan dalam menjalankan kewajiban agamanya.Ia tidak punya pendirian dan selalu terpengaruh dengan mereka.
7. Orang yang mencari keridhaan manusia, jangan berharap memperoleh keridhaan Allah.Ia rendahkan dirinya dihadapan seama manusia sedangkan kepada Allah ia congkak dan tidak patuh.
Ada tujuh perkara yang harus di ingat dan diamalkan dalam usaha mendektkan diri kepada Allah :

1.Orang yang banyak bicara tanpa mangfaat, jangan terlalu berharap bisa memperoleh hati yang terjaga dan jiwa yang bersih.Biasanya orang yang banyak bicara adalah orang yang sedikit akalnya.
2. Orang yang banyak makan, jangan banyak berharapakan memperoleh ilmu dan hikmah. Perut yang kekenyangan akan menyebabkan kemalasan dan pikiran menjadi tumpul.
3. Orang yang banyak menghabiskan waktunya untuk duduk dengan manusia lain, jangan banyak berharapakan memperoleh manisnya beribadah kepada Allah. Dia hanya bisa mengunjing dan menceritakan kejelekan orang lain, sedangkan kejelekannya dia tutup-tutupi.
4. Orang yang terlalu cinta kepada dunia, jangan banyak berharap akan bisa memperoleh kematian yang tenang pada akhir ayatnya.Karena dia lebih memeikirkan dunianya daripada akhiratnya
5. Orang yang jahil dalam ilmu pengetahuan, jangan banyak berharap akan memperoleh hati yang senang tiasa terjaga. Ia berbuat sesuatu didasarkan kebodohan dan hawa nafu belaka.
6. Orang yang memiliki persahabatan dengan orang dhalim, jangan banyak berharap bisa memperoleh istiqamah dan keteguhan hati serta kemantapan dalam menjalankan kewajiban agamanya.Ia tidak punya pendirian dan selalu terpengaruh dengan mereka.
7. Orang yang mencari keridhaan manusia, jangan berharap memperoleh keridhaan Allah.Ia rendahkan dirinya dihadapan seama manusia sedangkan kepada Allah ia congkak dan tidak patuh.



( http://rikoiswandi.blogspot.com )
Diperbarui sekitar satu menit yang lalu · Komentar · Suka / Tidak Suka
Tulis komentar...

listen qur'an

Listen to Quran