Jumat, 19 Februari 2010

Cinta Seorang Ibu Kepada Anaknya yang Pendosa

Alkisah disebuah desa, tinggallah seorang ibu tua dan anak laki-lakinya. Suaminya telah lama meninggal dunia. Sang ibu sering sedih melihat tingkah laku anak laki-lakinya yang suka mencuri,berjudi, mabuk-mabukan dan banyak lagi perbuatan buruk lainnya. Ibu itu sering menangis dalam doanya pada Allah untuk anaknya itu " Duhai Tuhanku sadarkanlah anak yang kusayangi,supaya tidak berbuat dosa lagi.Aku sudah tua dan ingin menyaksikan ia bertobat sebelum aku mati."

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena perbuatan jahatnya. Suatu hari ia kembali mencuri dirumah penduduk desa namun malang ia tertangkap dan diserahkan kepada raja. Setelah diadili dan karena sudah banyak melakukan kejahatan dia dijatuhi hukuman pancung.Pengumuman pun diumumkan keseluruh desa bahwa hukuman akan dilaksanakan keesokan harinya dihadapan masyarakat desa tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul delapan pagi. Berita itu sampai ketelinga si ibu, Dia menangis dan meratapi nasip anak yang dicintainya itu dan berdoa berlutut Pada Tuhan,

" Tuhan ampuni anak hamba, biar hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosanya."

Dengan tertatih-tatih ia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat anaknya harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur siibu kembali kerumahnya. Dalam sujudnya ia selalu berdoa supaya anaknya diampuni dan akhirnya ia tertidur karena kelelahan.

Kesokan harinya ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo telah siap dengan senjatanya dan anak itu pasrah dengan nasibnya. Terbayang dimatanya wajah ibunya yang sudah tua dan tanpa terasa ia menangis menyesali semua dosa dan perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah l3wat satu jam dan suasana mulai berisik. Akhirnya petugas yang membunyikan lonceng datang, ia mengaku heran sudah sejak tadi ia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.

Saat mereka sedang bingung dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat dimana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar -debar, seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik keatas menyelidiki sumber darah.

Tahukah anda apa yang terjadi??? Ternyata didalam lonceng itu ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancurberlumuran darah. Dia memeluk bandul lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi dan sebagai gantinya kepalanya yang membentup dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu meneteteskan air mata. Sementara sianak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang telah diturunkan,menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat keatas dan mengikat dirinya ke lonceng. Memeluk besi dalam lonceng itu untuk menghindari hukuman pancung terhadap anaknya.

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu kepada anaknya. Betapapun jahatnya seorang anak ibu kan tetap mengasihi sepanjang hidupnya. Untuk itu marilah kita mengasihi orang tua kita masing-masing karena mereka adalah sumber kasih Tuhan didunia ini.

Rabu, 17 Februari 2010

Bobot Doa Seorang Ibu

Alkisah, Lana seorang ibu setengah baya dengan penampilan kumal dan berbaju lusuh memasuki sebuah minimarket yang terletak dekat rumahnya dipinggir kota Jakarta. Dengat sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan, ia memohon agar diperbolehkan mengutang kepada pemilik toko yang bernama Tuan Syahril.

Ia memberitahukan bahwa suaminya yang hanya buruh bangunan dan mengandalkan upah harian, sedang sakit dan sudah seminngu tidak bekerja. Ia memiliki lima anak yang masih kecil-kecil yang sangat membutuhkan makanan dan susu. Sambil menghiba ia terus menggambarkan keadaan keluarganya.

" Tolonglah Tuan saya berjanji akan segera membayar setelah saya punya utang," kata si ibu

Tuan Syahril tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. " Anda tidak mempunyai uang dan tidak mempunyai jaminan apa-apa," alasannya

Didekat meja kasir, ada seorang pelanggan lain yang dari tadi mendengarkan percakapan itu. Dia mendekati keduanya dan berkata," Saya akan bayar semua keperluan ibu ini."

Karena malu sipemilik toko akhirnya mengatakan," Tidak perlu pak, saya sendiri akan memberikan gratis. Baiklah apakah ibu membawa catatan belanja?"

" Ya ini Pak" katanya sambil memperlihatkan sesobek kertas kumal. " Letakkan daftar belanja anda didalam timbangan dan saya memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut, " kata pemilik toko

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa Lana menundukan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk meletakkan kertas itu kedalam timbangan.

Mata si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat kebawah. Ia menatap pelanggan yang ingin membayarkan kebutuhan siibu tadi sambil berucap," saya tidak percaya dengan apa yang aku lihat."

Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukannya. Sipemilik toko menaruh belanjaan si ibu disisi timbangan satunya lagi. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga siibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan pemilik toko terus menumpuk pada timbangan, hingga tidak muat lagi. Sipemilik toko merasa jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.

Karena tidak tahan, Sipemilik toko diam-diam mengambil sobekan daftar belanja si ibu tadi. Dan ia pun terbelalak. Diatas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek " Ya Allah, Engkau Maha Tahu apa yang hamba perlukan, hamba hanya menyerahkan segalanya ke dalam genggaman tangan-Mu."

Si pemilik toko terdiam. Si ibu Lana berterima kasih kepadanya dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratis. Si pelanggan baik hati memberikan Lana tambahan uang satu juta kepadanya. Si pemilik toko kemudian mengecek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata tidak rusak. Ternyata memang hanya Allah lah yang tahu bobot sebuah doa.

Sumber : Mukjizat Doa Ibu karya Lidia Yurita.

Senin, 15 Februari 2010

Hadiah Terindah dari Ibu Tercinta

Cerita ini dituturkan dari pengalaman Shalih Al-Mazi.

Pada suatu malam bertepatan malam jum’at, Shahih Al-Mazi pergi kemesjid jami’ untuk mengerjakan shalat subuh. Kebiasaannya berangkat awal sebelum masuk waktu subuh dan melalui sebuah perkuburan. Di perkuburan itu Shahih duduk sesaat sambil membaca doayang dapat mendatangkan kebaikan bagi ahli kubur semuanya karena ia tau waktu subuh masih lama lagi. Tiba-tiba ia tertidur dan bermimpi melihat ahli kubur keluar beramai-ramai dari kubur masing-masing.

Mereka duduk berkumpul sambil bercakap-cakap antara sesama mereka. Al-Mazi melihat seorang pemuda ahli kubur memakai baju kotor serta tidak berkumpul dengan ahli kubur yang lain. Dia duduk seorang diri di tepi kuburnya dengan wajah murung karena sedih.

Tidak beberapa lama kemudian datang malaikat membawa beberapa nampan yang ditutup dengan kain, seolah-olah seperti cahaya yang gemerlapan. Malaikat mendatangi para ahli kubur dengan membawa nampan-nampan itu, tiap orang mengambil nampan dan dibawanya masuk kekuburnya. Semua ahli kubur mendapat satu nampan sehingga tinggallah si pemuda yang kelihatan sedih itu seorang diri tidak mendapat apa-apa. Dengan perasaan sedih dan duka ia bangun dan masuk lagi kekuburnya. Tapi sebelum masuk kekuburnya Al-Mazi yang bermimpi menahan pemuda itu untuk bertanya tentang keadaannya.

” Wahai hamba Allah ! aku lihat engkau sangat bersedih, mengapa?” tanya Shalih Al-Mizi

” Wahai shalih apakah engkau melihat nampan -nampan yang dibawa malaikat barusan?” pemuda itu balik bertanya

” Ya, aku melihatnya. Tapi benda apa yang ada di nampan -nampan itu?” tanya Al-Mizi

Si pemuda menerangkan bahwa nampan-nampan itu berisi hadiah orang-orang yang masih hidup untuk orang-orang yang sudah mati yang terdiri dari pahala sedekah, bacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa. Hadiah-hadiah itu selalu datang setiap malam jum’at. Si pemuda menerangkan tentang dirinya dengan panjang lebar.

Katanya ia mempunyai seorang ibu yang masih hidup dialam dunia bahkan telah menikah lagi dengan suami yang baru. Akibatnya ia lupa bersedekah untuk anaknya yang sudah meninggal dunia sehingga tidak ada lagi orang yang mengingat si pemuda. Maka sedihlah sipemuda itu tiap malam jum’at apabila melihat orang lain menerima hadiah sedangkan dia tidak menerima apa-apa.

Al-Mazi sangat sedih mendengar cerita si pemuda. Lalu ia bertanya nama dan alamat ibu pemuda itu.

Pada siang harinya Al-Mizi mencari lamat yang dibrikan pemuda itu. Setelah mencari kian kemari beliaupun berjumpa dengan ibu si pemuda itu, lantas menceritakan perihal mimpinya.

Ibu itu menangis mendengar cerita Al-Mizi mengenai nasip anaknya yang berada di alam barzakh sana. Kemudian ia berkata,” Wahai Shalih, memang betul dia anakku. Dialah belahan hatiku, dia keluar dari dalam perutku. Dia tuhbuh besar dengan minum susu dariku dan pangkuanku inilah tempat ia berbaring dan tidur ketika kecil.”

Al-Mizi turut sedih melihat keadaan si ibu yang meratap dan menangis penuh sesalkarena lupa mendoakan anaknya yang sudah mendahuluinya.

” Kalau begitu saya mohon diri,” kata Al-Mizi, lalu beranjak meninggalkan wanita itu.

Tatkala ia akan melangkah siibu menahan Al-Mizi untuk jangan pergi dulu. Si Ibu masuk kedalam kamarnya lalu keluar dengan membawa uangsebanyak seribu dirham.

” Wahai Shalih, ambillah uang ini dan sedekahkanlah untuk anakku, cahaya mataku. Insyaallah aku tidak akan melupakannya untuk berdoa dan bersedekah untuknya selama aku masih hidup.”

Shalih Al-Mizi mengambil uang tersebut untuk disedekahkan kepada fakir miskin, sehingga tidak sepersenpun dari seribu dirham itu tersisa. Dilakukannya semua itu karena amanah yang diberikan oleh ibu sioemuda tadi.

Pada malam jum’at brikutnya Al-Mizi berangkat kemesjid jami’ untuk shalat brjamaah. Dalam perjalanan sebagaiana biasanya ia singgah diperkuburan. Disitulah ia yerlena sekejap dan bermimpi melihat ahli kubur keluar dari kuburnya masing-masing. Si pemuda yang dahulunya kelihatan sedih ,kotor dan seorang dirikini keluar bersama-sama ahli kubur lainnya dengan memakai pakaian putih yang indah serta wajahnya kelihatan sangat bergenbira. Pemuda itu mendekati Al-Mizi seraya berkata,

” Wahai tuab Shalih aku ucapkan terima kasih kepadam . Semoga Allah membalas kebaikanmu.”

” Hadiah dari ibuku telah aku terima pada hari jum’at,” katanya lagi

” Apakah engkau bisa mengetauhi hari jum’at?” tanya Al-Mizi

” Ya tentu.”

” Apa tandanya ? “

” Jika burung-burung di udara berkicau dan berkata, ” Selamat, selamat hari yang baik ini yakni hari jum’at.

Shalih Al-Mizi terjaga dari tidurnya. Ia coba-coba mengingat mimpinya dan merasa gembira karena si pemuda telah mendapat rahmad dari Allah disebabkan sedekah dan doa dari ibunya.

Jumat, 12 Februari 2010

TIGA ORANG IBU YANG WAJIB DIHORMATI


Dalam kehidupan ini, ada tiga orang ibu yang berpengaruh dalam kehidupan kita. Ketiga orang ibu itu wajib kita hormati dengan mewujutkan kebaktian kepadanya.

I. Ibu kandung yang melahirkan kita

Coba kita bayangkan wajah kedua orang tua kita. Dulu sebelum lahir kedunia ini ibu membawa beban berat selama 9 bulan dalam perutnya. Dengan susah payah dan rasa sakit yang penuh penderitaan saat melahirkan kita kedunia ini. Alhamdulillah kita terlahir kedunia ini dengan selamat.

Terus dengan sabar, gembira dan penuh kasih sayang mereka membesarkan kita mendidik kita sampai besar seperti ini. Kalau kita hitung jasa dan kebaikan mereka tidak akan terbalas.

Sebuah contoh dari Syaidina Ali Zainal Abidin Ra, beliau sangat berbakti kepada kedua orang tuanya. " Engkau adalah orang yang berbakti kepada ibumu, tetapi mengapa aku tidak pernah melihat engkau makan bersamanya?" tanya seseorang padanya. Beliau menjawab," Ya, karena aku khawatir tanganku mendahului mengambil makanan yang telah dilihat dan hendak dirasakannya sehingga akupun mendurhakainya." Subhanallah, sampai seperti itu hati-hatinya Saydina Ali Ra dalam menjaga adabnya pada ibu.

Dalam Al-Quran kita juga diperintahkan mentaati perintah kedua orang tua, seperti dalam surah Al Baqarah ayat 83, Al-An'aam ayat 151 dan An-Nisaa' ayat 36. Didalam hadist Nabi SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abdurrahman bin Mas'ud Ra. yang berkata, " saya bertanya kepada Rasulullah, Amal apa yang paling disukai oleh Allah Ta'ala?" Beliau menjawab," Shalat pada waktunya." Kemudian saya bertanya lagi," Kemudian apa?" Beliau menjawab," Berbuat baiklah kepada orang tua. Kemudian saya bertanya lagi," Kemudian apa?" Beliau menjawab Berjihad dijalan Allah." Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash ra bahwa nabi bersabda :
" Dosa besar adalah menyekutukan Allah,mendurhakai orang tua dan sumpah palsu (HR Bukhari).

Bagaimana cara berbakti kepada orang tua? diantaranya adalah:
1. Taat kepada ibu dan bapak
2. Bersikap hormat dan sopan santun dalam segala hal
3. Mendoakan ibu dan bapak
4. Bersikap rendah hati dan berbicara lemah lembut
5. Membantu dengan harta dan tenaga
6. Merawat dan memelihara serta menyenangkan hati mereka
7. Tidak menyakiti perasaan,hati apa lagi badan ibu-bapak
8. Tidak berkata kasar atau kotor yang dapat menyinggung dan menyakiti hati mereka.

II. Ibu Mertua yang dari Rahimnya Pasangan Hidupmu Dilahirkan

Para menantu sering kali berfikir bagaimana caranya membuat sang mertua bersikap baik kepadanya. Begitu juga sebaliknya mertua juga berfikir bagaimana sang menantu menghormati dan menyayanginya. Seorang bijak pernah berkata " Sebelum engkau bisa mengubah sikap orang lain terhadap dirimu, ubahlah terlebih dahulu sikapmu sendiri kepada orang lain."

Sikap kita sebagai menantu :
- Menganggap mertua sebagai orang tua kita sendiri yang wajib dihormati, perlu diperhatikan, dirawat dan dikasihi.
- Jangan bersikap materialistis. Kesetiaan pada ibu mertua bukanlah karena beliau orang kaya.
- Jadilah menantu yang rajin dan berinisiatif untuk bekerja. Jangan jadi pemurung yang selalu menyesali kemalangan nasip. Dan bagi wanita lakukanlah pekerjaan kecil seperti membersihkan rumah.
- Mau mendengar nasihat Mertua
- Jangan mempersoalanhal kecil,memaafkan melupakan jika pernah terjadi persoalan dengan mertua kita. Akhlak yang membuat seseorang panjang kesabarannya dan orang itu terpuji karena memaafkan.

III. Ibu Guru

Sebagaimana orang tua kita, guru-gurukita pun mempunyai jasa besar kepada kita.Mereka mengajari kita ilmu yang berguna mendidik akhlak menjadi mulia. Karena itu kita wajib menyayangi dan menghormati mereka.

Hendaklah kira memberi salam kepada guru-guru kita setiap bertemu dengannya dan menjabat tangannya serta menghadapi dengan wajah yang berseri-seri.Sesekali bersilaturrahmilah pada mereka. Ibu guru ibarat " Ibu Keilmuan "bagi kita, terutama mereka telah berjasa besar mendidik kita sehingga kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mangfaat dan mudharat, terpuji dan tercela, hak dan bathil,layak dan tidak layak,mana yang menyelamatkan dan mana yang tidak. Dan yang terpenting mereka telah membuat kita seperti sekarang ini.

Jangan sampai kita membuat guru marah besar akibat perbuatan yang tidak baik terhadap mereka. Sebab,ilmu yang telah mereka ajarkan pada kita akan kehilangan berkah-Nya.


Sumber : Mukjizat Doa Ibu karya Lidia Yurita.

Senin, 08 Februari 2010

Nasehat Lukman Al Hakim pada anaknya

Satu-satunya manusia yang bukan nabi, buakn pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Al-Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain karena hidupnya yang penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup.

"Anakku jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiranmu dan kebijaksanaanmu. Semua anggotabadanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilanglah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berzikir."

" Anakku kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu, dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."

" Anakku ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah,jangan engkau ikut orang-orang yang hendak pergi kepesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang,sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniawimu."

Anakku aku sudah pernah memikul batu-batu besar dan aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah ku rasakan berat daripada tangan yang buruk perangainya."

" Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit, tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."

" Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam-macam kesusahan, tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."

" Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi, kalimat itu adalah :

1. Jika kau beribadah pada Allah jagalah fikiranmu baik-baik.
2. Jika kau berada dirumah orang lain maka jagalah pandanganmu.
3. Jika kau berada ditengah-tengah majelis jagalah lidahmu.
4. Jika kau hadir dijamuan makan jagalah perangaimu.
5. Ingatlah Allah selalu.
6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu.
7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Sumber : Herry Nurdi ( Majalah Sabili )

Minggu, 17 Januari 2010

KERJA KERAS SEEKOR BURUNG


Dikisahkan, Al Balkhi adalah seorang yang terkenal akan kesalehannya. Suatu hari ia berangkat kenegri orang untuk berdagang. Sebelum berangkat tak lupa ia mohon diri kepada sahabatnya yang terkenal zuhud yakni Ibrahim bin Ardham.

Belum lama Al Balkhi pergi berdagang, tiba-tiba ada kabar bahwa ia telah kembali. Hal ini menimbulkan keheranan bagi Ibrahim bin Adham, gerangan apakah yang membuat Al Balkhi yang baru beberapa hari pergi telah kembali. Ibrahim bin Adhan yang sat itu berada di mesjid menghampiri Al Balkhi seraya bertanya, " Hai bBalkhi, mengapa secepat ini engkau kembali?"

Al Balkhi dengan tenang menjawab, " Dalam perjalanan aku melihat keanehan. Hal itulah yang membuat aku memutuskan untuk segera membatalkan perjalanan. Ketika aku beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak, aku memperhatikan seekor burung yang pincang dan buta. Melihat itu aku bergumam dan bertanya-tanya dalam hati, bagaimanakah kiranya burung ini bisa bertahan hidup sementara ia berada di tempat yang jauh dari temen-temannya. Dengan matanya yang tidak bisa melihat berjalanpun tidak bisa. Tak lama kemudian ada seekor burung lain yang bersusah payah menghampirinya dengan membawa bekal makanan untuk burung cacat itu. Seharian penuh aku memperhatikan burung itu, ternyata ia tidak pernah kekurangan makanan karena selalu dikirim makanan oleh temannya yang sehat. Itu semua membuatku merasa cukup untuk menarik sebuah kesimpulan bahwa Sang Pemberi reskitelah memberi karunia kepada seekor burung yang pincang lagi buta dan jauh dari teman-temannya itu. Dan dengan kemurahannya ia telah mencukupkan rezki baginya. Kalau begitu dalam keyakinanku , Ia tentu akan mencukupi reskiku sekalipun aku tidak bekerja! kemudian akupun memutuskan untuk segera pulang saat itu juga.

Mendengar penuturan Al Balkhi, Ibrahim bin Adham segera menanggapi, " Wahai Al Balkhi sahabatku mengapa serendah itu pemikiranmu? mengapa engkau rela menyamakan derajatmu dengan seekor burung buta lagi pincang? mengapa engkau mengikhlaskan dirimu sendiri untuk hidup atas belas kasihan dan bantuan makhluk lain? Mengapa engkau tidak berfikir sehat? Mengapa engkau tidak mencontoh perilaku burung yang satunya lagi, yang bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri dan kebutuhan sahabatnya yang memang tak mampu bekerja. Apakah engkau tidak tahu bahwa tangan yang diatas lebih baik dari tangan yang dibawah ?"

Mendengar berondongan pertanyaan yang sangat mendasar itu sadarlah Al Balkhi akan kekhilafannya. Serta merta ia bangkit dan mencium tangan Ibrahim bin Adham seraya berkata," Wahai Ibrahim, ternyata engkaulah guru kami yang baik." Kemudian ia mohon diri untuk berangkat melanjutkan usahanya.

sumber : kisah-kisah teladan

Sabtu, 12 Desember 2009

E-MAIL SEORANG TEMAN ( KISAH NYATA)

Dalam tulisan kali ini penulis menampilkan tulisan yang agak berbeda dari sebelumnya,karena tulisan ini merupakan kisah nyata seorang sahabat penulis. Maaf aja tulisannya gak teratur, karena diambil lansung dari mesage yang sahabat penulis kirimkan. Penulis berharap moga tulisan ini bisa memberi kita pelajaran ......

Berdasarkan pengalaman pribadi,
Waktu masih kuliah aku pernah jatuh cinta pada sesama temen satu kampus denganku di kota X
tapi karena aku perempuan, aku gak maksain untuk ngejar "hatiku"....aku pendam terus...
malah melihat "dia" ama yg lain, aku gak merasa sakit kok.....yg penting "cintaku" itu bahagia....
INDAH.....
sampai aq sadar kalo "dia" bukan utk aku...
(awal th ini, aq ketemu lg, sama sekali gak ada perasaan apa2....berarti cinta terpendamku udah benar2 hilang meskipn hub q ama ???? sdg morat marit), memang hilang sejak aku nerima "cinta lain yg SALAH"

sejalan dg perasaan cinta terpendamku, malahan aku yg di kejar2 ama lelaki yg menikahiku dan menjadi bapak anak2ku (CINTA YG SALAH ITU)
setelah 7 semester aku di buru terus, akhirnya TAKLUK juga...setelah perasaan cinta terpendamku dg ikhlas aku lepas

aq gak tau, cinta macam itu?
cinta apa yg aq jalani ama bpk anak2ku, mantan suami

apaaa namanya ya???.....
sekarang baru mikir, terasa aneh memang!....setelah sekian kali DITOLAK, kenapa tanpa mikir, tanpa logika, aku nerima cinta dr seseorang yg benar2 jauh dr kriteria q...
seorang mahasiswa kere, miskin, prestasi akademik jg nggak, aktivis jg nggak, bintang lapangan nggak, bintang panggung nggak, tampang jg gak tipe aq, dari keluarga broken home, tdk begitu disukai teman2 kampus, malahn aq ditentang oleh semua sewaktu mperjuangkn "laki2" itu....sampai akhirnya...semua menyerah dg keinginanku utk mempertahankan laki2 itu..

apa yg terjadi kemudian...?
awal pernikahan, aku udah 2 th pns, dosen sipil....
suamiku baru tamat kuliah (meskipn kami seangkatan), dpt kerja d kontraktor, cuma 2 bln. BERHENTI DG ALASAN CAPEK!!!...
Selaluuu begituuu....sampai th 2005, lulus PNS di kota W
disanalah segala2nya BERUBAH...
Ketauan siapa sebenarnya "CINTAKU YG SALAH INI"...
Laki2 yg disilaukan harta, kedudukan dan wanita,...
suamiku (mantan pacarku wkt kuliah dl) udahhh ddiiiaammbbiiiilllll perempuan lain (yg pengen kaya secara instan), pd saat rezeki menanjak di rantau orang.. pd hal kami memulai dari NOL BESAR!
..sejak 4 th lalu (hamil anak ke2 ) aq tertipuuu mentah2...
dan sengaja menghilang dr permukaan utk nutupin semua yg terjadi,
now, udah pindah lg ke kota X, menata hidup ama anak2, dan muncul ke permukaan...
seluruh dunia tau pun, aku gak peduli apa kata mereka...
sgt sgt susah payah aq mperjuangkn semua...(bertahun-tahun)
SIA-SIA....

BERTAHAN sampai ramadhan 2009 kemaren, ....akhirnya bom meledak, sampailah aku pd puncak DITELANTARKAN, DIZALIMI DAN DISIA2KAN di negeri orang, tanpa teman yg bisa sharing, tanpa sanak keluarga...cuma ada tetangga2 yg sgt baik, yg menguatkan pondasi yg udah retak....
hanya demi seorang laki2 aku menetap di negeri orang selama 4 th (kerja di kota X hanya 2x seminggu), tanpa ada seorangpun yg tau bgm keadaan sebenarnya....
karena mata biasa hanya menilai dr materi yg d dpt dan tampilan luar saja....

setahun yg lalu BLN DES, saat pertama perc bunuh diri, barulah aku nelp shbt tdekat, teman dr kuliah dan sama2 ngajar d kampus...utk nitip wasiat yg udah aku tinnggalkan di kantor....

hanya 2 org yg tau sebenarnya, ortu dan adek2 jg nggak....
semua org mulai meraba2 apa yg terjadi pd bln puasa tahun ini....pd saat aku hijrah k kota kelahiran....

TRAGIS memang......

NOW, hari2 penuh air mata udah lewat sejak idul adha
BARUSAN YA?

tau gak? apa yg memenuhi hatiku skrg ini????...
PEMBALASAN ATAS SEMUA YG TELAH DIPERBUATNYA!!....
PEMBALASAN SAMPAI SEHANCUR2NYA....
KAYAKNYA UDAH GAK ADA YG BISA MENCEGAH .....
udah DIMULAI, APAPUN YG TERJADI
APA PUN RESIKONYA....

jangan pikir,aku mo kawin lagi utk nyakitinnya...
TIDAK KOK...
masih trauma ama lelaki....kayaknya semua jahat....hanya memanfaatkan saja....
pd saat kere, jelek, gak ada yg mau (ama kita),
ganti kostum dikit,....DICAMPAKKAN.....
SEEMMUUUAAAA GGGIIIITTTTUUUUU,....TANPA KECUALI
ga boleh ngapa2 kecuali kerja max 2xseminggu...
dicurigai, diperiksa terus, diinterogasi terus, diselidiki terus, ga boleh keluar rmh, bahkan disuruh b'henti kerja (akhirnya cm dibolehkn 2x semg , yg selalu d lepas pergi pagi2 dg kemarahan suami), diatur2 terus, kemana pergi d sana selalu ada yg ngikuti, ....(itulah hidupku sbl hijrah ke kota X)

Aku gak pernah cerita apapun ttg hal ini depan anak2, bahkan kalo yg gede udah mulai m'dekati laptop,....ya...gitu de,.. ...ga boleh tauuu...ketik apa bundanya ni.
bahkan sbl idul adha msh bw anak2nya k rmh kami d sana (skrg udah kosong, cm 1 kmr dlengkapi fasilitas secukupnya,..mo dijual) krn yg kecil nangis2 terus udah 2mlm pengen ktemu ayahnya.
hujan lebat malam2, kami bertiga berangkat kekota W....demi tangisan anakku untuk bertemu bapaknya,...
gak sanggup aku dengernya....
sampe sana, udah d telp, sms, ga di indahkn sama sekali,...sampai jam kencannya abis, jam 11mlm...baru ketemu di jalan.

hampir tiap mlm, mnyaksikn mbl bpkny d rmh ....???
t'bayang ga ?
mlm takbir pun, kami b3 msh d sana, dia ga plg sampai besoknya...hari raya....(kami b3 back 2 kota X wkt org shalat, jd bs balap2 krn sepi)
ga taunya dia nginap siittuuu......

benar2 ga mslh ama hati q
krn udah t'lalu kebal or udah mati rasa, emang ga ada rasa apapun nyaksikn, cuma sedih sgt kalo anak2 ini nanya bpknya,....
kayak apa...lah... rasanya.,.....sbg seorang ibu yg gagal....
tiap yg kecil nanya, kalo aku ga bs temuin dia ama bpk nya,...bunda nya cuma bisa ngomong maaf ....maaf...maaf...terus,...atas terpisahnya dia dr bpknya.....krn bundanya gak sanggup utk tetap bertahan disana....

wkt idulfitri , jgnkn ngasi belanja lebrn, jangankn dtg nemui anak2nya, nelp anak2nya pun gak ada,....pdhal yg gede kan punya nomor sendiri.
begitupun wkt gempa kemaren,..
kami b3 di kota W utk ngambl surat pindah sekolah d surat pindah rmh,..
utk nemui kami sampai besoknya, hr kamis,..gak ada.....
gak punya nurani....gak manusia kalleee...

bahkan sejak bln juli sampai sekarang, gak ada ngasi nafkah anak2nya,..(oke lah, kalo aku nggak, nggakminta kok....)
duuh.......
terlalu banyak yg bakal d ceritain sampai kejadian seminggu yg lalu (pd saat aku menemui keluarga besarku, ngasi tau apa yg telah terjadi)..

dengan kepengecutannya, dia gak angkat2 telp papa, telp adek2nya papa, pdhal dia nyimpan nomernya kok....
sth sekian kali, akhirnya jam 10mlm baru diangkat....
dg fitnah2 yg sangat....sangat...menusuk jantung...(yg bakal aku tuntut d pengadilan)
sampai pd akhir cerita....
dia bilang kalo,..anak2nya ga begitu penting, tdk sepenting pekerjaannya sekarang...
sampailah pd kata2 : anak2 diserahkan ke Tuhan
krn contohnya aja, anak gelandangan, anak terbuang, anak panti asuhan,...toh bs jg hidup kalo Tuhan mhendaki...
contohnya dia, tanpa bapak....bisa jg jd sarjana dan kerja d PU...
sombongnya...
kayaknya kemalangn beruntun terruussss, aku ga tau, apa ini benar2 malang or cobaan lg...dan lg...atau kebodohan semata...
@@@@@@

Cerita lain dalam hidupku......
gini : td, d zebracross, anak2 seklh b rombgn nyebrang, ...trus, ...aku kan ..berhenti....
ga taunya, dr blkg, gerobak batagor nabrak mobil. ..keras.
bener2 kaget,...spt nya tu bpk lg melamun, mk nya ga liat2.
rencana sih, mo turun dr mbl, tp liat tampg bpk batagor pucat pasi, piass,...
ya ampun,......ga tega.... ga tau apa yg mo dilakuin...ga tau mo blg apa???...

akhirnya, jalan aja lg....(t'lihat bpk tu narik napas panjangg..)
pd hal anak2 sklh yg nyebrang td, pd liat blkg mobilku...kayaknya...gmna???
pas nyampe d rmh, t'nyata...memang penyok, lampu blkg retakk....
d perbaiki, jg ga tau pake apa???..
andaikan daun bisa jd uang????
aku akan pergunakan seperlunya saja... (utk standar hidup mewahh..hehehe...becanda)

padahal minggu lalu, kejadian yg ga jauh beda...
aku bw mbl cuma kec 20km/jam, hujan, rame, lg nangis2 sendiri ngenang nasibb....
ga taunya, spd motor nyalip dr blkg,...kenceng,..
wkt mo ngmbl jl kiri lg,
bgn blkgnya nyenggol lampu kanan depan mobil aku...
sth oleng kiri kanan, akhirnya motornya jatoh kayak tergelicir sejarak 5m, pengemudinya b guling2 lebih jauh lg. 10 m ada kok jaraknya dr aku...

sangaaattt mengerikan (yg aku liat spt stuntman d film)....
aku bener2 menggigil keluar dr mobil...
org2 dah rame b'kerumun mdekati, tp alhamdulillah, aku sempat mlirik pengemudinya berdiri...
syukurr...pd Allah,..msh hidup.

ga taunya, ADAaa aja yg nolong aku..
pengemudi motor d blkg aku, mhs kayaknya....
lansg buka forum mjelaskn kejadian sebenarnya,....
akhirnya kerumunan ninggalkn aku,pandgn mnyalahkn...lenyap...
semua menuju k pengemudi td,
yg t'nyata cewek
nah, muncul lg ...perasaan gak tega liat org mringis kesakitan,
aku cuma bisa meluk dia, dan m'bawanya ke klinik terdekat..
cerita demi cerita,saat kami mnj klinik,,.
..gak taunya, dia itu, janda punya anak 3, umur 30th, gak kerja, tinggal numpg ama ortunya...
motor yg dipake jg minjem dr temennya utk pergi beli beras dan sayur.
jangankn utk perbaiki motor temennya, ...
utk ngobati luka pun, dia ngaku ga sanggup...

aduuhhh! dlm kondisi k uanganku yg morat marit (pasca hijrah), pajak mobil udah telat 3 mg hingga skrg...berurusan dg org yg lebih malangg...

ya, krn kasian,..akhirnya aku biayai mua2nya, t'msk perbaiki motor temennya..
aq ga ngerasa t'paksa kok, ga nyesel...sungguh..
malah ...bener2 lega..
akhir cerita, kami tukar2 no telp, alamat...
esoknya, ..aku selidikin tempat tinggalnya..
bener2 mprihatinkan ko,....dg 3 anak yg lebih kecil dr anak2ku....

sebelumnya, ada 1 lg,....
mirip2,,,
yg bikin spion kanan ku pecah dan bgn pintu mobil depan kanan penyokkk...
b'urusan ama mhs miskiinnn....
ga sanggup aku ngambil duit ganti rugi dr tangannya...
itupun sth d jemputnya ke rmh ibunya, dg aku ngiringi dr blkg.....

Ketiga kejadian itu terjadi di kota X setelah hijrah...

padahal duluuu,.....
sebelum puncak penderitaan ini, ga ada kejadian yg sbegini parah....
yg ada cuma d serempet truk d mobil d jalandari kota W ke kota X....sengaja...
d tempat yg paling sepi, gak ada kend lain...
rekayasa dr kisah rumahtanggaku,...(percobaan pembunuhan)...
shg setiap mo ke kota X or sebaliknya, aku ga ngasi tau siapapun,...
baruu aman... dijalan.
bisa dn tebak kan ??....


sekarang...
aku pusing lagi.....
mobil penyok2 ....pajak tetep blom byr,
duit yg udah d sediakn, b kurang n bkurang teruuus,,,
(seandainya org kaya yg nabrak, aku lgsg labrak dan minta ganti rugi d tempat)...


kalo kejadian kayak gitu, kata org2 bilang : aku yg "'terlalu goblok" (napa ga minta ganti rugi?.....buat apa toh, ngasihi org,....klw kita sendiri jg lg perlu dikasihani)...
atau aku yg "diuji Allah"...atau..
apa ya....
nambah2 banyak pikiranku biar lebih ruwet....
Itulah sepenggal kisah ku, Insyaallah aku tetap sabar dalam menjalani cobaan ini......

(kisah nyata, pengalaman pribadi)....

Rabu, 02 Desember 2009

KISAH PEMUDA YANG SOLEHA

Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya¿di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah."

Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata, "Wah...angin surga, sungguh aku telah mecium bau surga yang berasal dari balik gunung Uhud."

Seorang Doktor bercerita kepadaku, "Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, 'Jangan khawatir! Saya akan meninggal... tenanglah... sesungguhnya aku mencium bau surga.!' Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, 'Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium bau surga.'

Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, 'Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. ' Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta SWT.

Allahu Akbar... apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari... semua kalimat tidak mampu terucap... dan pena telah kering di tangan... aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah SWT,
'Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.' (Ibrahim: 27).

Tidak ada yang perlu dikomentari lagi."
Ia melanjutkan kisahnya,
"Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya' di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama.

. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat." Ini merupakan tanda-tanda Husnul Khatimah.

II. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.

III. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanallah... sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita Husnul Khatimah.

Saudara-saudara tercinta... kisah belum selesai...
Saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?

Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium bau surga.

Ayahnya berkata,
'Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU'."

Aku katakan, "Maha benar Allah yang berfirman,
'Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.' (Fushshilat: 30-32)."


(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN KARYA MUHAMMAD BIN SHALIH AL-QAHTHANI, PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616 sebagai yang dinukil dari Qishash wa 'Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir)

listen qur'an

Listen to Quran